Half A Year, Sir…

Maaf atas keterlambatan dalam pengepostan kesan saya karena berbagai halangan (yg sebenarnya tidak terlalu trivial) saya menyempatkan waktu yang singkat ini untuk segera mengepostkan keluh kesah saya bersama Pak Rudy Hilkya. Karangan ini dilatar belakangi oleh ketidaksempatan kelompok saya dalam menyelesaikan tugas konservasi energi kami. Yaah, walaupun sudah selesai tapi kami tetap lupa membawanya, hahaha:(

Tidak terasa sudah ingin memasuki ulangan di bulan Desember. Rasanya baru kemaren aja naik kelas 11 eh sudah mau ulangan. Sebelumnya, saya ingin menggambarkan ekspresi saya (baca=curhat) tentang Pak Rudy selaku seorang Guru Fisika yang berdedikasi:)

Saat saya naik kelas 11, saya dengar dari teman -teman saya bahwa yang guru yang akan mengajar fisika di kelas 11 ini adalah Pak Rudy Hilkya. Awalnya saya tidak terlalu peduli. Toh, yang diajarkan sama juga. Tapi, ternyata…setelah beliau lama mengajar di kelas saya, saya jadi tahu, bahwa Beliau sangat beda dari kebanyakan tipikal-tipikal guru-guru fisika yang membosankan dan monoton. Saya juga ingat saat pertama kali masuk, kami diserahi sebuah kertas dan disuruh untuk menuliskan tentang pelajaran Fisika dan guru fisika. Setelah mendengar apa yang kami tulis di dalam kertas tersebut, Beliau berusaha untuk menjadi guru yang baik, perhatian, dan humoris bagi anak didiknya agar kami semua dapat menyukai fisika yang selama ini di cap siswa(i) dimanapun sebagai musuh bebuyutan otak siswa (selain matematika), haha:D

Pada Tanggal 8 Agustus 2011 yang lalu, kami diserahi tugas untuk membuat roket. Cukup menyenangkan dan mengasyikkan walaupun capenya tetap dapat.

Image

Tapi, saya sangat senang pada pembuatan roket ini. Pernah suatu kali Pak Rudy membawa sound system ke kelas kami. Saya berpikir, apa yang akan dilakukan Beliau saat masuk nanti. Ternyata eh ternyata, beliau memperdengarkan kami musik di saat pelajaran sebagai bahan observasi apakah enak belajar sambil mendengarkan musik. Memang menurut sebagian orang, mendengar musik saat belajar sangat menggangu, tapi bagiku tidak. Mendengar musik saat belajar malah membuat otakku semakin menyerap pelajaran yang diterangkan, haha:D Beliau juga menyuguhkan kami sebuah video yang sangat lucu sesaat sebelum selesai jam pelajaran fisika. Kami sekelas tertawa terhabak-habak (baca=konyol) menonton sebuah video yang aneh bin ajaib, sampai-sampai kelas lain juga ikut ngintip dari balik jendela.

Pada bulan November yang lalu, kami ditugasi untuk memainkan sebuah permainan konservasi energi bernama Electrocity. Di situ, kami harus bisa mengatur energi, environment, pertambahan populasi penduduk dan juga berbagai aspek yang ada di dalam permainan tersebut.

Hahaha, walaupun dstu namanya aneh gitu tapi, memang saya yang main ya. Entah mengapa jadi kesambet, hahaha:D

Kesan saya sih, bapa orangnya humoris, rajin, perfeksionis, berwawasan luas, tepat janji, praktis dan ekonomis:D. Bapa menerapkan ikrar on time setiap hari, walau kebanyakan siswa menganggap hal ini hal sepele. Bapa dapat membagi waktu dengan akurat dan tepat dan memandang sama untuk semua kelas. Jangan bosan mengajar di kelas XI IA 2 (VoLD) yang penuh dengan manusia yang masih hijau ini, Pak. Memang mengajar anak-anak VoLD butuh kesabaran, hehe:D

Doakan XI IA 2 (VoLD) dan seluruh siswa SMADA agar dapat memberikan yang terbaik di Ulangan Semester mendatang. Maju terus buat Pak Rudy Hilkya juga untuk fisikarudy.com. Semoga berkat Tuhan melimpah dalam keluarga Bapak dan seluruh warga SMADA. Merry Christmas :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s